Selasa, 18 Oktober 2011

Oyon d'Oc: strategi konseling modeling simbolik

Oyon d'Oc: strategi konseling modeling simbolik: BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pembentukan watak dan pribadi sese...

strategi konseling modeling simbolik


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pembentukan watak dan pribadi seseorang, termasuk bagaimana seseorang akan berperilaku adalah media. Berkaitan dengan adanya media, sangat diperlukan perhatian khusus (indera) untuk bisa memunculkan efek dari media itu sendiri, terlebih lagi dalam hal menghasilkan perilaku baru. Hal ini sejalan dengan pendapat Gredler 1994, yang menyatakan bahwa perilaku yang baru tidak bisa diperoleh kecuali jika perilaku tersebut diperhatikan dan dipersepsi secara cermat.
Berawal dari pernyataan dan kenyataan tersebut di atas, kami akan menyusun sebuah makalah yang secara khusus akan membahas tentang strategi modeling simbolis, termasuk di dalamnya juga akan termuat beberapa penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan peran media dalam perubahan perilaku seseorang. Dalam hal ini adalah perilaku-perilaku maladaptive yang dimiliki oleh klien.

`
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian dari strategi modeling?
2.      Apa saja macam-macam dari modeling itu?
3.      Apa yang dimaksud dengan modeling simbolis?
4.      Apa pengaruh media terhadap perubahan perilaku seseorang?
5.      Bagaimana langkah-langkah dalam modeling simbolis?


C.    TUJUAN
1.      Mengetahui pengertian dari strategi modeling.
2.      Mengetahui macam-macam strategi modeling.
3.      Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan modeling simbolis.
4.      Mengetahui pengaruh media terhadap perubahan perilaku seseorang.
5.      Mengetahui dan memahami langkah-langkah dalam modeling simbolis.

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Strategi Modeling
Menurut Bandura (1986), strategi modeling adalah suatu strategi dalam konseling yang menggunakan proses belajar melalui pengamatan terhadap model dan perubahan perilaku yang terjadi karena peniruan. Menurut Nelson (1995), strategi modeling merupakan strategi pengubahan perilaku melalui pengamatan perilaku model. Pery dan Furukawa (dalam Cormier, 1985) mendevinisikan modeling sebagai proses belajar observasi, dimana perilaku individu atau kelompok, para model, bertindak sebagai suatu perangsang gagassan, sikap, atau perilaku pada orang lain yang mengobservasi penampilan model.
Pengaruh dari peniruan terhaddap model menurut bandura (dalam Gunarsa, 2001) ada 3 hal, yaitu:
1.      Pengambilan respon atau ketrampilan baru dan memperlihatkan dalam perilakunya setelah memadukan apa yang diperoleh dari pengamatannya dengan pola perilaku yang baru.
2.      Hilangnya respon takut setelah melihat model melakukan sesuatu yang oleh si pengamat menimbulkan perasaan takut, namun pada tokoh yang dilihatnya tidak berakibat apa-apa atau akibatnya bahkan positif.
3.      Pengambilan sesuatu respon dari respon-respon yang diperlihatkan oleh tokoh yang memberi jalan untuk ditiru.

B.     Macam-macam Modeling
Macam-macam modeling menurut Corey (1999):
1.      Model yang nyata (live model),
Yaitu yang menjadi model adalah orang-orang yang nyata (misal: konselor, guru, anggota keluarga atau tokoh lain yang ia kagumi).
2.      Model simbolik (symbolic model)
Model adalah tokoh yang dilihat melalui film, video, atau media lain.
3.      Model ganda (multiple model)
Model ini hanya bisa diterapkan dalam situasi kelompok, dimana seorang anggota dari suatu kelompok mengubah dan mempelajari sikap baru setelah ia mengamati bagaimana orang lain dalam kelompoknya bersikap.

C.    Modeling Simbolis
Dalam modeling simbolis, model disajikan melalui bahan-bahan tertulis, audio, video, film atau slide. Modeling simbolis dapat disusun untuk klien secara individu, juga dapat distandardisasikan untuk kelompok klien. Unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam mengembangkan startegi modeling simbolis:
1.      Karakteristik klien (pengguna model)
Dalam mengembangkan strategi modeling simbolis, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah karakteristik klien atau orang-orang yang akan menggunakan model. Misalnya dalam hal usia, jenis kelamin dan kebiasaan. Contoh: reeder dan kunce (dalam Cormier, 1985) menggunakan pasien-pasien lama sebagai model simbolis untuk mengatasi kecanduan narkoba.
2.      Perilaku tujuan yang akan dimodelkan
Setelah memahami karakteristik klien, hal kedua yang harus dipertimbangkan dan ditetapkan konselor adalah perilaku yang akan dimodelkan. Untuk mengetahui apakah suatu model atau serangkaian model tersebut bisa dikembangkan, konselor harus menyusun 3 pertanyaan yaitu:
a.       Perilaku-perilaku apa yang akan dimodelkan?
b.      Apakah perilaku atau aktivitas itu harus terbagi dalam urutan kemampuan dariyang kurang komplek ke yang kompleks?
c.       Bagaimana seharusnya kemampuan itu di atur?
Contoh: Gresman & Nagle (1980) menggunakan anak perempuan berusia 9 tahun dan anak laki-laki berusia 10 tahun sebagai model video tape yang memperhatikan kemampuan social seperti partisipasi, kerjasama, komunikasi, persahabatan, memulai dan menerima secara positif interaksi dengan teman sebaya.

3.      Media
Media merupakan sarana yang dapat digunakan untuk menampilkan suatu model. Media ini dapat berupa media tulis seperti buku dan komik, serta media audio video. Pemilihan media ini bergantung pada tempat, dengan siapa dan bagaimana model itu akan digunakan.
4.      Isi tampilan atau presentasi
Terdapat 5 hal yang harus termuat dalam naskah yang menggambarkan isi tampilan atau presentasi modeling, yaitu:
a.       Instruksi
Instruksi merupakan hal yang memuat penjelasan singkat, yang akan membantu klien untuk mengenali prosedur pelaksanaan beserta komponen-komponen dari strategi yang akan digunakan. Instruksi juga dapat menggambarkan tipe dan model yang akan diperankan, misalnya konselor memberi tahu bahwa “orang yang akan Anda lihat atau dengar serupa dengan dirimu”.
b.      Modeling
Modeling merupakan bagian yang menyajikan pola-pola perilaku secara terencana dan berurutan, yang di dalamnya memuat gambaran tentang perilaku atau aktivitas yang dimodelkan serta dialog-dialog modelnya.
c.       Praktik
Pengaruh modeling dimungkinkan menjadi lebih besar jika penampilan model tersebut diikuti dengan kesempatan untuk praktik. Dalam modeling simbolis kesempatan bagi klien untuk mempraktikkan apa yang telah mereka baca, dengar atau lihat pada peragaan model harus ada.
d.      Umpan balik
Setelah klien mempraktekkan dalam waktu yang cukup memadai, maka umpan balik perlu diberikan. Klien harus dilatih untuk mengulangi modeling dan mempraktikkan perilaku yang dirasakan masih sulit.

e.       Ringkasan
Hal yang memuat tentang ringkasan dari apa yang dimodelkan dan apa pentingnya klien untuk memperoleh perilaku-perilaku tersebut.

5.      Uji Coba
Uji coba merupakan salah satu unsur yang harus dikembangkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan model simbolis yang telah disusun. Uji coba ini dapat dilakukan pada teman sejawat atau kelompok sasaran. Beberapa hal yang harus diuji cobakan meliputi penggunaan bahasa, urutan perilaku, model, waktu praktek dan umpan balik.

D.    PENGARUH MEDIA PADA PERUBAHAN PERILAKU
Seiring dengan perkembangan teknologi, unsur informasi dan komunikasi telah berhasil digabungkan dan dikembangkan. Efeknya adalah media menjadi satu dari sekian model interaksi sosial masyarakat modern. Sebagai salah satu dari bentuk media, film berfungsi mewujudkan komunikasi yang mencakup berbagai fase dalam kegiatan kehidupan. Media ini merupakan landasan pembentukan pengertian dengan tujuan mempengaruhi penerima pesan untuk bertindak sesuai dengan tujuan dari komunikasi tersebut.
Berkaitan dengan perkembangan psikologis seseorang, telah kita ketahui bahwa watak merupakan resultante dari kebaikan dan ketidak-baikan seseorang yang dibawa sejak lahir karena pengaruh lingkungan. Pada usia muda, perilaku dan keinginan anak sangat ditentukan dan dipengaruhi oleh keberadaan seorang idola, yang dimungkinkan akan selalu ia contoh tanpa mempertimbangkan apakah hal itu baik atau tidak. Hal ini sangat relevan, karena dalam pertumbuhan seorang anak, setiap tindakannya terkait dengan kecenderungan dan kemauan serta kehidupan emosional yang bersentuhan dengan faktor eksogen (lingkungan) yang sifatnya amat kompleks dan bervariasi. Salah satu faktor eksogen yang sangat berpengaruh pada pembentukan watak dan kepribadian seseorang adalah media yang berbentuk bacaan atau film.

E.     LANGKAH-LANGKAH MODELING SIMBOLIS.
Ada 5 langkah dalam modeling simbolis, yaitu:
1.      Rasionel
Pada tahap ini konselor memberikan penjelasan atau uraian singkat tentang tujuan, prosedur dan komponen-komponen strategi yang akan digunakan dalam proses konseling.
2.      Memberi Contoh
Pada tahap ini konselor memberikan contoh kepada klien berupa model yang disajikan dalam bentuk video atau media lainnya, dimana perilaku model yang akan diperlihatkan telah disetting untuk ditiru oleh klien.
3.      Praktek/ Latihan
Pada tahap ini, klien akan diminta untuk mempraktikkan setelah ia memahami perilaku model yang telah disaksikan. Biasanya praktik atau latihan ini mengikuti suatu urutan yang telah disusun. Dalam hal ini, konselor dapat menggunakan 3 kriteria yang diajukan oleh Lazarus untuk menentukan keberhasilan latihan, yaitu:
1.      Klien mampu melakukan respon tanpa perasaan cemas.
2.      Sikap/ perilaku klien secara umum mendukung kata-katanya.
3.      Kata-kata atau tindakan klien tampak wajar dan masuk akal.
4.      Pekerjaan Rumah
Pada tahap ini konselor memberikan pekerjaan rumah kepada klien yang berisi tentang 6 komponen yaitu: apa yang akan dikerjakan oleh klien, kapan perilaku itu harus dilakukan, dimana tingkah laku tersebut dilakukan, bagaimana mencatat tingkah laku tersebut dan membawa hasil pekerjaan rumah ke pertemuaan selanjutnya.
5.      Evaluasi
Pada tahap ini konselor bersama dengan konseli mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan, serta kemajuan apa saja yang telah dirasakan klien selama proses konseling. Selain itu, konselor juga harus  memberikan motivasi untuk terus mencoba dan mempraktikkan apa yang telah klien dapat.



Narasi Proses Konseling:

            Konseling dilaksanakan setelah siswa pulang sekolah. Konseling diawali dengan salam pembuka oleh konselor, dilanjutkan dengan doa bersama untuk kelancaran kegiatan konseling. Konselor mengucapkan terima kasih atas kehadiran siswa. Kemudian konselor memberikan rangkuman tentang kegiatan yang telah dilaksankan pada pertemuan sebelumnya.
            Konselor selanjutnya menjelaskan tentang maksud, tujuan dan langkah-langkah dari strategi modeling simbolis. Strategi modeling simbolis adalah strategi dalam Bimbingan dan Konseling, dimana siswa melakukan pengamatan terhadap model untuk kemudian meniru serta mempraktikkan perilaku model yang ia lihat melalui video, film, atau slide. Tujuannya adalah untuk merubah perilaku yang kurang tepat. Pada pertemuan kali ini model akan disajikan melalui video.
            Konselor memberikan instruksi atau petunjuk sebagai berikut: “video yang akan kalian lihat bercerita tentang bagaimana cara menumbuhkan ketrampilan berbicara”. Setelah memberikan instruksi, siswa diminta untuk melihat, memperhatikan dan mencermati perilaku model dari awal hingga akhir. Kemudian, konselor meminta masing-masing siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat dari model yang mereka lihat di video melalui kegitan diskusi kecil.
            Setelah terjadi proses diskusi, siswa akan mencoba mempraktikan langkah-langkah untuk menumbuhkan keterampilan berbicara dikelas seperti yang ada dalam video. Konselor akan kembali memulainya dengan memberikan instruksi atau petunjuk apa yang harus dilakukan siswa. Kemudian siswa mempraktikkan satu per satu, sedangkan yang lainnya memberikan umpan balik dan masukan atas apa yang dilakukan oleh teman sebelumnya.
            Dalam hal ini, konselor juga ikut memberikan masukan dan pendapat atas praktik yang dilakukan oleh siswa. Setelah seluruh siswa memahami betul apa yang harus ia lakukan, konselor meminta siswa untuk memberikan kesannya selama mengikuti proses konseling.
Sebelum proses konseling di akhiri, konselor meminta kesediaan siswa untuk terus mencoba dan mempraktikkan apa yang telah ia dapat, dimana pun, termasuk dikelas. Konselor meminta maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan dilanjutkan dengan ucapan terima kasih atas partisipasi siswa selama proses konseling.

BAB III
SIMPULAN


1.      Strategi modeling adalah suatu strategi dalam konseling yang menggunakan proses belajar melalui pengamatan terhadap model dan perubahan perilaku yang terjadi karena peniruan.
2.      Macam-macam modeling menurut Corey (1999):
a.       Model yang nyata (live model),
b.      Model simbolik (symbolic model)
c.       Model ganda (multiple model)
3.      Dalam modeling simbolis, model disajikan melalui bahan-bahan tertulis, audio, video, film atau slide. Modeling simbolis dapat disusun untuk klien secara individu, juga dapat distandardisasikan untuk kelompok klien.
4.      Unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam mengembangkan startegi modeling simbolis:
1)      Karakteristik klien (pengguna model)
2)      Perilaku tujuan yang akan dimodelkan
3)      Media
4)      Isi tampilan atau presentasi
5)      Uji coba
5.      Media ini merupakan landasan pembentukan pengertian dengan tujuan mempengaruhi penerima pesan untuk bertindak sesuai dengan tujuan dari komunikasi tersebut.
6.      Lima hal yang harus termuat dalam naskah yang menggambarkan isi tampilan atau presentasi modeling:
a.       Instruksi                                             d.  Umpan Balik
b.      Modeling                                           e.   Ringkasang
c.       Praktik
7.       Langkah dalam modeling simbolis, yaitu:
1)      Rasionel                                             4)   Pekerjaan Rumah
2)      Memberi Contoh                               5)   Evaluasi
3)      Praktek/ Latihan

ketika tuhan menciptakan indonesia

Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya.
Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?"
"Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon.
Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".
Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa.
Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.
Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.
Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?"
"O, itu," kata Tuhan,
"itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."
Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "
Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2′ di pemerintahannya).

Rabu, 05 Oktober 2011

Curhatan ke Tuhan


“tuhan tidak akan membawaku sejauh ini jika hanya ingin meninggalkanku”
Mungkin itu kata yang selalu aku ingat ketika meminjam hp-nya danang (temanku). Karena kata-kata itu selalu muncul di wallpaper hp-nya. Walaupun kata itu merujuk meng-copy dari lirik lagu grup band idolanya nirvana, atau B. For my valentine atau yang lain lupa aku, tetapi kata-kata itu menjadi motivasi tersendiri dalam hidupku. Tetapi untuk saat ini aku tak percaya lagi dengan kata-kata itu atau entah apa.
Aku kecewa dengan tuhan yang menurutku belum adil kepada hambanya. Heran aja, tidak ada gemuruh letusan gurung atau terjangan tsunami aku tersesak ketika semuanya harus ku lalui seorang diri. Berat sangat kurasakan karena aku merasa kecewa dengan tuhan yang belum adil. Kenapa harus serumit ini teka-teki yang harus kupecahkan. Apakah rencana awal yang dalam mimpiku terlalu buruk untuk terwujud sehingga tuhan membatalkan semuanya?. Atau memang aku dilarang untuk bermimpi karena tuhan telah membacklist mimpi-mimpiku?.
Tapi kenapa tuhan membiarkan aku bermimpi berjalan diatas awan dan merasakan hawa sejuk pegunungan dan menunjukkan keindahan ciptaanya didepan mataku yang selangkah saja mampu terjangkau oleh kedua kakiku. Tetapi semuanya telah berubah, aku dijatuhkan atau terjatuh ketika setengah langkah mendekati keindahan ciptaannya. Sulit bagiku terbangun karena aku telah terperosok jauh yang tak ada pegangan untuk bangkit kembali. Butuh waktu untuk menyembuhkan kaki dan tanganku yang patah. Belum juga syarafku terputus karena kenyataan pahit ini.
Hahaha aku kadang tertawa ketika orang lain menertawakan aku terjatuh. Aku bersedih ketika ada yang iba kepadaku. Dan aku biasa-biasa saja ketika ada yang menganggap jatuhku ternyata tak meremukkan tulang-tulangku.
Apa-apaan ini dimana keadilanmu tuhan,,,,. Apa kau membiarkan hambamu ditertawakan hambamu yang lain. Apa kau membiarkan dulu mereka bersedih karena akan mengangkat derajatku. Atau memang jatuhku tidak terlalu parah dan akan banyak lobang-lobang yang Engkau sediakan untukku.
Aku takut bermimpi. Aku takut untuk berangan-angan. Mending aku tak punya  arah sehingga Engkau bebas memperlakukan aku sebagaimana keinginanmu. Mau Kau jatuhkan aku ditebing sempu atau Kau tanam aku di antara tebing madakalipura. Dan Kau hanyutkan di kali berantas dan tercuni oleh lumpur lapindo.
Maaf tuhan
Tak sepatutnya aku menyalahkan Engkau
Aku percaya Kau maha pengasih dan penyayang
Dan kau maha segala-galanya termasuk Engkau berhak  atas Jasat dan Rohku
Aku menyapamu tolong bimbing aku, , , , ,